Setelah mereka tiba, mereka disambut oleh politisi senior Partai Golkar Akbar Tanjung dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Anggota rombongan presiden termasuk Kepala Staf Presiden Moeldoko, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, dan Kepala Inspektur Polisi Sumatera Utara. Jenderal Agus Andrianto. Pada 2016, Jokowi meletakkan batu penjuru pertama untuk perluasan proyek pengembangan pelabuhan Sibolga.
Aspek pengembangan termasuk pembangunan dermaga multifungsi 153 m, halaman kontainer, lumba-lumba trestle dan breasting, fasilitas derek, dan dermaga feri 400 m2 dan terminal pelabuhan Sibolga tiga lantai berukuran 300 m2. Di masa depan, pelabuhan Sibolga juga akan memiliki fasilitas pelabuhan curah cair untuk distribusi minyak sawit mentah (CPO).
Indonesia melalui Kementerian Pariwisata berpartisipasi dalam pameran Matta Fair International 2019 di Hall 3, Putra World Trade Center (PWTC) Kuala Lumpur, yang diselenggarakan pada 15-17 Maret 2019.
Partisipasi dalam kegiatan tahunan ini adalah salah satu upaya untuk melanjutkan program promosi Kementerian Pariwisata yang berfokus pada 'branding' dan 'penjualan', kata Wakil Menteri Pengembangan Pemasaran, Rizki Handayani di Kuala Lumpur, Sabtu.
Kunjungi juga Paket Kursus Desa Pare.
Rizki mengatakan partisipasi Indonesia dalam kegiatan ini adalah untuk mempromosikan dan mempertahankan keberadaan pariwisata Indonesia di dunia, terutama kawasan ASEAN, di samping sebagai upaya untuk melanjutkan program Kementerian Pariwisata mempromosikan Wonderful Indonesia.
Malaysia adalah fokus pasar utama yang menjadi perhatian Kementerian Pariwisata dalam upayanya mempromosikan pariwisata ke negara-negara ASEAN.
Pada partisipasi tahun ini, Indonesia menyajikan paviliun 180 meter persegi dengan tema utama Banyuwangi yang mengangkat arsitektur rumah Osing dan suasana di Sabha Swagata Blambangan Hall, katanya.
Peserta yang bergabung dengan stan Indonesia terdiri dari 22 industri pariwisata Indonesia (agen perjalanan / operator wisata, hotel dan tempat wisata) yang mewakili tujuan Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur , Bali dan Nusa Tenggara Barat.
Mereka akan membawa paket wisata yang tentu saja siap ditawarkan kepada pembeli melalui kerja sama dengan agen perjalanan lokal Malaysia. Industri agen perjalanan, agen industri hotel dan resor akan mengintensifkan promosi dan pertemuan bisnis dengan pembeli atau pelanggan yang datang, katanya.
Selain sebagai tempat untuk mempromosikan tujuan wisata di Indonesia, Matta Fair 2019 juga diharapkan menghasilkan transaksi potensial untuk paket wisata dalam upaya untuk membawa wisatawan Malaysia dalam skala besar ke Indonesia.
Program di paviliun Indonesia diselenggarakan oleh industri pariwisata Indonesia, layanan informasi dan distribusi bahan promosi pariwisata oleh kementerian pariwisata, New Indonesia Destination Corner yang akan meningkatkan tujuan Banyuwangi dan Danau Toba, Penebusan Gimmick dan Hadiah, Pojok Penyulingan Kopi & Penyegaran, Coffee & Refreshment Corner yang akan menyajikan kopi dan camilan lezat khas Banyuwangi, dan Photobooth Corner.
MATTA Fair 2019 adalah tempat potensial untuk melanjutkan program promosi Kementerian Pariwisata yang berfokus pada branding dan penjualan karena merupakan pameran bisnis ke pelanggan yang memungkinkan pelaku industri di Indonesia untuk memperluas jaringan pasar mereka dan menawarkan paket wisata Indonesia dengan melalui mitra lokal di Malaysia. Baca selengkapnya.
Promosi yang berfokus pada penjualan sudah mulai diimbangi dengan 'branding' lagi. Khusus untuk dua tujuan baru, yaitu Banyuwangi di Jawa Timur dan Danau Toba di Sumatera Utara.